51b8fd06-e5e5-4420-b69b-49cc25f90bdc

JW MARRIOTT ESSEX HOUSE

Sebuah karya seni diantara hotel mewah di wilayah Central Park yaitu JW Marriott Essex House New York yang telah menjabat sebagai ikon gedung pencakar langit Big Apple sejak tahun 1931. Dengan pintu emas terukir dan dipadukan dengan panel kayu yang terdapat di seluruh NYC Hotel ini seolah – olah memadukan style antara masa lalu dan masa sekarang.

Para pengunjung yang “mampir” dapat bersantai sejenak di ruang tamu yang kontemporer dimana terdapat akses ke TV Internet yang memungkinkan aliran untuk menyaksikan acara, film dan music favorit di seluruh dunia. Tidak cukup sampai disitu saja, pemandangan Central Park dan kota Manhattan pun seolah – olah mempermanis suasana. Terdapat pula menu makanan hangat yang bergaya lokal ditemani dengan cocktail khusus yang disajikan di Southgate Bar & Restaurant.

 border=

Resort mewah JW Marriot ini berada di tengah – tengah keglamoran tersebut dengan didampingi bangunan Lincoln Center, Carnegie Hall, Columbus Circle, Theater District dan 5th Avenue dan semua ini seakan – akan berada didalam jangkauannya.

JW Marriott Essex House ini diresmikan dan dibuka pada tahun 1931 dan umumnya dikenal sebagai Essex House yang merupakan sebuah hotel mewah dengan 44 tingkat dan mempunyai 511 kamar dengan Art Deco yang berlokasi di 160 Central Park South di Manhattan, tepatnya di seberang jalan dari perbatasan selatan Central Park. Bangunan ini juga mencakup sebagai tempat tinggal kondominium, hal ini dapat dikenali dengan tanda neon merah yang terletak di atap bangunan. Dan faktanya JW Marriott Essex House New York ini merupakan anggota dari Hotel Bersejarah di Amerika yang merupakan program resmi dari National Trust for Historic Preservation.

Berikut fasilitas kamar yang dapat dijumpai di JW Marriott Essex House ini diantaranya :

• AC
• Jam Weker (Alarm Clock)
• Disediakannya botol air
• Crib / Play Yard (lapangan bermain)
• Adapter listrik
• Tempat jemuran dari besi dan Papan Setrika
• Tempat tidur mewah
• Bantal berbusa
• Sofa tarik serta Kasur lipat

Sejarah pun turut membalut dalam sepak terjang resort mewah ini. Bagaimana tidak, sebuah konstruksi dimulai pada tanggal 30 Oktober 1929 dan awalnya hotel ini direncanakan dibangun dengan nama Park Tower ataupun Sevilla Tower. Namun saat terjadi krisis keuangan yang melanda mengakibatkan pembangunan konstruksi melambat serta hotel tidak dibuka hingga 1 Oktober 1931. Resort ini dibangun di atas konsep dari Jose Francisco de Navarro “Navarro Flats” yang dimulai pada era 1880-an sebagaimana percobaan di apartemen kondominium.

Di tahun berikutnya, hotel ini didirikan dengan enam lantai ikonik di bagian atap. Tak lama US Government’s Reconstruction Finance Corporation mengambil alih resort ini dari pemiliknya yang telah dinyatakan bangkrut dan memegang selama 15 tahun ke depan. Di tahun 1946, hotel ini akhirnya jatuh ke tangan Sterling National Bank & Trust Co kemudian mereka menjual Essex House ke Marriott Hotel pada tahun 1969 yang dimana dioperasikan sampai tahun 1985 sebagai Marriott Essex House.

Marriott kemudian dijual ke Japan Air Lines (JAL) pada tahun 1985 yang dipegang oleh divisi Hotel Nikko dan kemudian mengubah namanya menjadi Essex House Hotel Nikko New York. Kemudian JAL menjualnya lagi kepada Strategic Hotels & Resort pada tahun 1999 yang membawa Starwood Hotel untuk mengelola resort ini dibawah divisi Hotel Westin yang dikenal sebagai Essex House a Westin Hotel.

Dubai Investment Group memboyong hotel ini dari Strategic di era 2006 senilai US$ 424 juta kemudian mereka meletakkan operasinya kepada Jumeirah Group dan menamakan Jumeirah Essex House lalu melakukan renovasi senilai US$ 90 juta yang diawasi oleh Hirsch Bedner Associates selaku perusahaan desain yang berbasis di Atlanta. Pada tahun 2012, Strategic Hotel & Resort kemudian membeli kembali hotel ini dari Dubai Investment Group senilai US$ 325 juta dan kemudian mengubah namanya menjadi JW Marriott Essex House New York , setelah proses penjualan ditutup pada tanggal 8 September 2012. Hotel ini sejatinya terdapat banyak restoran yang dibuka di dalamnya, salah satunya Alain Ducasse di Essex House. Namun, Ducasse ditutup dan tidak dioperasikan pada bulan Januari 2007 kemudian pada awal 2008, South Gate Restorant & Bar dibuka dan menjadi restoran andalan yang terdapat di hotel ini.

Sepanjang sejarahnya, JW Marriott Essex House of New York telah menyelenggarakan banyak acara serta hotel yang paling banyak didatangi selebriti dunia tetapi hubungan yang paling terkenal di ikon Essex House adalah dengan digelarnya acara Saturday Night Live. Lalu sang penyiar Don Pardo selalu memasukkan pembukaan katanya di dalam acara ini yang berbunyi “Para tamu yang terhormat di Saturday Night Live menginaplah di Marriott Essex House !” di setiap episode.

Pihak resort pun menyediakan berbagai macam fasilitas guna membuat para pengunjung betah di dalamnya seperti restoran hotel utama yakni South Gate yang terinspirasi menyuguhkan menu modern Amerika, The Spa, Fitness Centre 24 jam, dan ruang konvensi & pertemuan. Plus JW Marriot Essex House juga tak ketinggalan menyediakan fitur tambahan termasuk Grand Salon, Salon Petite dan Art Deco Salon.